Senin, 17 September 2012

POLEMIK SEPAK BOLA NASIONAL BIKIN SEPP BLATTER PUSING

Pengamat sepak bola nasional, Rayana Jakasurya, berharap agar polemik sepak bola nasional segera selesai. Rayana menyebut Presiden FIFA, Sepp Blatter bakal kebingungan melihat polemik sepak bola di tanah air yang tentunya memberikan pengaruh buruk di pentas persepakbolaan dunia.

Bahkan, pria yang pernah bekerja sebagai guru bahasa Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia di Italia tersebut mengatakan, adanya dualisme kompetisi, dualisme kepengurusan hingga dualisme pembentukan tim nasional Indonesia, kental aroma politisnya. Sehingga, hanya kebesaran hati para pelaku yang mampu mengakhirinya.

"FIFA pun tidak bisa menyelesaikannya. Buktinya, mereka meminta agar Indonesia menyelesaikannya sendiri. Bahkan, Joseph "Sepp" Blatter, pusing memikirkan sepak bola Indonesia," terangnya.

Dikatakannya lagi, dalam era sepak bola industri, baru kali pertama terjadi dua Timnas, yakni di Indonesia. FIFA mengetahui betul kondisi sepak bola Indonesia. Tidak hanya PSSI yang memiliki Timnas, melainkan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Kedua, sama-sama mengklaim berhak tampil di Piala AFF 2012.

Karena itu, jika tidak segera terselesaikan, sepak bola Indonesia akan semakin terpuruk. Dampaknya, bisa berakibat pada hilangnya minat masyarakat menyaksikan sepak bola.

"Bahkan, federasi sepak bola Italia (Federazione Italiana Giuoco Calcioa/FIGC) mengetahui betul kondisi sepak bola Indonesia. Enam bulan lalu saya ke Italia, mereka mengaku sedih ketika melihat pertandingan Timnas kalah 10-0 dari Bahrain di laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia di Stadion Nasional Manama, Rabu (29/2)," tuturnya.

"Mereka (FIGC) sempat mencurigai adanya pengaturan skor. Bahkan, mereka menilai bukan Timnas jika bermain dengan kondisi tersebut, melainkan turis yang berlibur," tutupnya.

Kamis, 06 September 2012

LIKA-LIKU DINUS INSIDE 2012

Yang baca jadi suka ya Alhamdulilah, yang Cuma baca aja juga ga apa-apa kok..(kan ga ada yang ngelarang).
Dinus Inside (nama ospek ala UDINUS tercinta), dengar namanya aja kayaknya bakal mengerikan, unsur kekerasan,dll. Tapi jangan salah sangka, Ospek ala UDINUS ini bersih dari kekerasan dan kekejaman..(lho lho,,emang apaan?)
Oke lah,,langsung ke cerita..
Sebelum Dinus Inside mulai, 1 hari sebelumnya kita datang ke kampus UDINUS tercinta buat ambil jas almamater sama buku panduan yang isinya kilasan tentang UDINUS, dan rangkaian kegiatan Inside dan Expo. Rasanya seneng lah, akhirnya jas yang udah ditunggu selama 3 bulanan keluar juga.. saya pikir ga jadi-jadi juga jasnya,hehehe...
Senang juga setelah 1 bulan ga ketemu teman-teman(sebelumnya saya ikut matrikulasi), di situ bisa ngrumpi bareng (kerjaan kurang efektif), dan dapat kenalan baru.hehehe
OPEN buku panduannya, tertulis dengan jelas “Kaos putih polos berkerah”,  doorrr…!! Darah ini maunya langsung pergi hunting (karena belum punya kaosnya). Alhamdulilah dapat kaosnya dan untung belum kehabisan stok.
Hari pertama.
Wah,hari pertama kita disuruh berangkat jam 5 pagii…(apa..??)
Eits,, tapi itu semua ada tujuannya. Biar kita bisa bangun pagi, gitu lho (ya iyalah)…
Acaranya santai tapi berbobot, dimulai jalan santai dari gedung G - jln. Pemuda – jln. Piere tendean – Jln. Imam bonjol. Habis itu kita duduk manis buat dengerin para motivator memberi sulapan kata demi kata yang sedikit merubah pemikiran yang mendengarnya.
Nah sorenya itu jadwalnya sama kakak-kakak pendamping, ternyata ngasih tugas ini itu, dan semuanya “deadline” besoknya harus kumpulin. Wah, wah,, belum apa-apa udah pusing setengah mati. Udah pulangnya sore, tugasnya banyak banget dan aneh-aneh, rumah saya jauh (curhat). Dengan semangat `45, saya dan teman-teman langsung bagi tugas buat belanja bahan-bahan tugas itu. Apa daya lah, namanya aja tugas.
Semuanya udah ngumpul, tinggal bikinnya. Satu per satu mulai kami kerjakan, tas karung, topi besek, parcel baksos. Kalau di lihat lagi dan di pikir-pikir sih lucu juga ternyata,hahaha.. Tapi waktu berjalan begitu cepat, sudah tengah malam ternyata. Mau ga mau saya harus pulang dan menyelesaikan di rumah. Okelah, sampai dirumah masih nglembur juga. Baru tidur jam setengah 3 dan bangun lagi jam 5. Wah, kerasa banget kurang tidur, badan pada sakit juga. Tapi tetep harus berangkat jam 6.
Hari kedua.
Sampai di kampus, semua perlengkapan di cek sama kakak pendamping, yang ga lengkap nanti dapat sedikit sanksi (katanya). Ga apa-apa lah, resiko di tanggung sendiri.
Setelah pendataan, warga FIK giring ke gedung D lantai 5. Wah, ternyata ruangannya habis di cat. Kebayang gimana baunya menyengat hidung.
Disini kegiatannya ketemu sama beberapa dosen di UDINUS, tiap-tiap dosen sharing materi yang beda-beda juga. Sambil perkenalan juga tentunya.
Nah, waktu mau pulang nih, yang tugasnya ga lengkap belum boleh pulang dulu. Mau dapat hadiah katanya. Eh, tapi dapatnya omelan lho. Cuma omelannya tuh benar-benar membekas di benak (ceilaah..), dan bermanfaat buat ngingetin gimana sih “mahasiswa” itu. Terima kasih banyak buat kakak-kakakku, saya akan selalu ingat pesan-pesan anda..
Seperti itulah kilasan Dinus Inside, tapi lebih asyik lagi kalau ngalamin sendiri..
^^
(end)